Jumat, 17 Februari 2012

Tuhan Itu Menyesatkan ?


Dalam Al Qur’an ayat 93 surat An Nahl (16), Allah berfirman : ” Dan kalau Allah menghendaki, niscaya Dia menjadikan kamu satu umat (saja), tetapi Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan sesungguhnya kamu akan ditanya tentang apa yang telah kamu kerjakan.” Ayat inilah yang dijadikan dasar kritik yang disampaikan oleh agama lain. Mereka mengatakan : ” Jangan mengikuti agama Islam, karena Tuhannya orang Islam itu menyesatkan.” Sebagai orang Islam tentunya tergelitik untuk menjawab masalah ini. Mengkaji Al Qur’an tidak boleh secara harfiah atau letterleg saja, tetapi harus mengkaji seluruh firman Allah didalam Al Qur’an atau Hadits Nabi. Apakah benar Tuhan itu menyesatkan ? Banyak orang mengatakan itu ranah Allah. Allah itu kan Maha Kuasa. Kalau ndak punya hak prerogative berarti Tuhan tidak kuasa dong ! Ndak mungkinlah…karena Tuhan itu Maha Adil, Tuhan itu Maha kasih dan Penyayang. Nah, coba perhatikan dialog antara Al Asy’ari dengan Al Jubbai (Harun Nasution, Teologi Islam, 1972).
Al Asy’ari : Bagaimana kedudukan ketiga orang berikut : mukmin, kafir dan anak kecil di akhirat ?
Al Jubbai : Yang mukmin mendapat tingkat baik dalam surge, yang kafir masuk neraka dan yang kecil terlepas dari bahaya neraka.
Al Asy’ari : Kalau yang kecil ingin memperoleh tempat yang lebih tinggi di surga, mungkinkah itu ?
Al Jubbai : Tidak, yang mukmin mendapat tempat yang baik itu karena kepatuhannya kepada Tuhan. Yang kecil belum mempunyai kepatuhan yang serupa itu.
Al Asy’ari : Kalau anak itu mengatakan kepada Tuhan : “ Itu bukan salahku. Jika sekiranya Engkau bolehkan aku terus hidup, aku akan mengerjakan perbuatan-perbuatan baik seperti ysng dilakukann orang mukmin itu.”
Al Jubbai : Allah akan menjawab : “ Aku tahu bahwa jika engkau terus hidup engkau akan berbuat dosa dan oleh karena itu akan kena hukuman. Maka untuk kepentinganmu Aku cabut nyawamu sebelum engkau sampai kepada umur tanggung jawab.”
Al Asy’ari : Sekiranya yang kafir mengatakan : “ Engkau ketahui masa depanku sebagaimana engkau ketahui masa depannya. Apa sebab engkau tidak jaga kepentinganku?”
Disini Al Jubbai terpaksa diam.
Pergulatan pemikiran tentang Takdir, Tuhan menyesatkan dan Keadilan Tuhan memang sejak dulu dan bahkan sampai sekarang. Perhatikan dalam dialog diatas. Mengapa Tuhan menyesatkan anak kecil tersebut dan kemudian Tuhan menolongnya dengan mencabut nyawanya ? Mengapa Tuhan mengijinkan lahir kalau toh si anak kecil nantinya sesat. Dan bagi yang kafir, Tuhan tentu mengetahui bahwa si anak kecil itu menjadi kafir. Kenapa tidak dicabut nyawanya pada waktu masih kecil. Kenapa kok Tuhan membiarkan anak itu menjadi kafir sampai akhir hayatnya. Apakah Tuhan itu tidak adil ? Tidak, Tuhan itu Maha Adil ? Tuhan tidak menyesatkan. Masalah ini harus bisa diselesaikan. Tentang keadilan Tuhan sudah dibahas di artikel sebelumnya “ Apakah Tuhan itu adil ? “ Kenapa anak kecil itu dilahirkan untuk menjadi sesat dan kemudian dicabut nyawanya ? Karena dosa-dosa yang diperbuat di kehidupan sebelumnya [QS Yasin (36) ayat 31 dan Al Maidah (5) ayat 5]. Ketika seorang anak dilahirkan itu suci karena tidak ada dosa di kehidupan sebelumnya, maka kemudian pada saat dewasa menjadi kafir. Apakah kejadian ini Tuhan yang menyesatkan ? Tidak mungkin Tuhan itu menyesatkan. Tuhan itu Maha Adil, Maha Kasih dan Penyayang. Bagaimana Tuhan Maha Kasih dan Penyayang kok menyesatkan orang ? Perhatikan hadits riwayat Abu Hurairah. Rasulullah bersabda : Allah Taala berfirman : Aku sesuai dengan persangkaan hamba-Ku terhadap-Ku dan Aku selalu bersamanya ketika dia mengingat-Ku. Apabila dia mengingat-Ku dalam dirinya, maka Aku pun mengingatnya dalam diri-Ku. Apabila dia mengingat-Ku dalam suatu jemaah manusia, maka Aku pun mengingatnya dalam suatu kumpulan makhluk yang lebih baik dari mereka. Apabila dia mendekati-Ku sejengkal, maka Aku akan mendekatinya sehasta. Apabila dia dating kepada-Ku dengan berjalan, maka Aku akan dating kepadanya dengan berlari [ HR. Muslim]
Kalau manusia menjauhi Tuhan (kafir), maka Tuhan juga menjauhinya. Artinya kalau manusia mempunyai keinginan kafir, maka Tuhan akan membiarkannya kafir. Nah, siapa saja orang yang disesatkan oleh Tuhan artinya dibiarkan sesat dan tidak diberi petunjuk..
“ … dan Allah tidak member petunjuk kepada orang-orang dholim” [ QS Al Baqarah (2) ayat 258]
“… dan Allah tidak akan memberikan petunjuk kepada orang-orang kafir” [QS Al Baqarah (2) ayat 264]
“… sesungguhnya Allah tidak akan memberikan petunjuk kepada orang-orang pendusta dan sangat ingkar." [QS Az Zumar (39) ayat 3]
“… sesungguhnya Allah tidak akan memberikan petunjuk kepada orang-orang yang berlebih-lebihan lagi pendusta". [QS Al Mu’min (40) ayat 28]
Ayat-ayat diatas menunjukkan bahwa ketika orang-orang menghendaki dholim, kafir, pendusta, ingkar dan orang-orang yang berlebihan, maka Allah akan membiarkan dholim, kafir, pendusta dan berlebihan serta ingkar. Saking rahman dan rahim-Nya, Allah mengabulkan permohonan atau membiarkan kafir orang-orang yang berkeinginan menjadi kafir dan demikian juga Allah meberikan hidayah kepada orang yang menghendaki hidayah. Sehingga berdasarkan ayat-ayat diatas dan hadits riwayat Abu Hurairah, maka pengertian “ Allah menyesatkan” dalam QS An Nahl [16] ayat 93 dapat di baca sebagai berikut. “ Allah berkehendak kepada orang-orang itu menjadi kafir ketika orang-orang itu yang menghendaki kafir”. Wa llahu ‘alam bish shawab.

Nabi Adam dan Hawa Telanjang ?

 Tuhan, murkakah Engkau bila aku berbicara dengan akal dan pikiran yang bebas, akal dan pikiran yang telah Engkau berikan kepadaku dengan kemampuan yang bebas sekali...? Tuhan, maklumi aku bila berani menyampaikan pikiran yang timbul dalam pikiranku dengan kejujuran.

Tatkala saya masih belum beranjak dewasa, sering mendengar cerita tentang Nabi Adam dan Hawa. Entah dari mana sumbernya. Tuhan menciptakan Nabi Adam di sorga bersama istrinya Siti Hawa. Di dalam sorga terdapat pohon yang bernama “pohon khuldi”. Tuhan berfirman: "Hai Adam, makanlah makanan-makanannya yang banyak dimana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu makan buah dari pohon khuldi. Karena tergoda iblis, maka dimakanlah buah khuldi itu oleh Siti Hawa dan Nabi Adam. Setelah makan buah itu, maka terbukalah aurat mereka dan mereka telanjang. Karena malu mereka, maka disematkanlah dedaunan untuk menutup auratnya. Ketika Tuhan memanggil mereka. Nabi Adam dan Siti Hawa bersembunyi dibalik semak-semak ditaman.
Setelah saya buka Perjanjian Lama, ternyata sumbernya berasal dari cerita-cerita israiliyat dari Kitab Kejadian 3:6 – 3:10.

3:6. Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya.

3:7 Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat.

3:8 Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman.

3:9. Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: "Di manakah engkau?"

3:10 Ia menjawab: "Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi."
Nah, bagaimana menurut Kitab Al Qur’an, apakah Nabi Adam dan Hawa itu terbuka auratnya alias telanjang setelah mendekati dan memakan buah pohon khuldi. Marilah kita simak ayat-ayat berikut ini.

فَأَكَلَا مِنْهَا فَبَدَتْ لَهُمَا سَوْآتُهُمَا وَطَفِقَا يَخْصِفَانِ عَلَيْهِمَا مِن وَرَقِ الْجَنَّةِ وَعَصَى آدَمُ رَبَّهُ فَغَوَى

Faakala minha fabadat lahuma sawatuhuma watafiqa yakhsifani AAalayhima min waraqi aljannati waAAasa adamu rabbahu faghawa.

“Maka keduanya memakan dari buah pohon itu, lalu nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun (yang ada di) surga, dan durhakalah Adam kepada Tuhan dan sesatlah ia.”[QS Thaahaa (20) ayat 121]

فَدَلاَّهُمَا بِغُرُورٍ فَلَمَّا ذَاقَا الشَّجَرَةَ بَدَتْ لَهُمَا سَوْءَاتُهُمَا وَطَفِقَا يَخْصِفَانِ عَلَيْهِمَا مِن وَرَقِ الْجَنَّةِ وَنَادَاهُمَا رَبُّهُمَا أَلَمْ أَنْهَكُمَا عَن تِلْكُمَا الشَّجَرَةِ وَأَقُل لَّكُمَا إِنَّ الشَّيْطَآنَ لَكُمَا عَدُوٌّ مُّبِينٌ

Fadallahuma bighuroorin falamma thaqa alshshajarata badat lahuma sawatuhuma watafiqa yakhsifani AAalayhima min waraqi aljannati wanadahuma rabbuhuma alam anhakuma AAan tilkuma alshshajarati waaqul lakuma inna alshshaytana lakuma AAaduwwun mubeenun

“, maka syaitan membujuk keduanya (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya. Tatkala keduanya telah merasai buah kayu itu, nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga. Kemudian Tuhan mereka menyeru mereka: "Bukankah Aku telah melarang kamu berdua dari pohon kayu itu dan Aku katakan kepadamu: "Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?" [ QS Al A'raf (7) ayat 22]

Kalau kita simak arti , سَوْءَاتُهُمَا = Sau ‘atuhuma diterjemahkan oleh Departemen Agama dengan aurat-auratnya. Sebenarnya menurut bahasa “ sau ‘atuhuma” berasal dari kata سَوْء artinya aib, malu, arang dimuka, noda, cemar ( Morfologi Al Qur’an dari SalafiDB 4.0 ). Sedang menurut kamus Al Munawwir سَوْءَاتُ yang artinya perbuatan jahat, keji, aurat.
Menurut bahasa, arti yang lebih mengena adalah perbuatan keji yang tampak dan yang terbuka. Bukan aurat yang tampak atau terbuka. Karena sebenarnya kata “aurat” itu mempunyai arti sendiri dalam bahasa Arab yaitu عَوْرَاتِ النِّسَاء mempunyai makna fisik “aurat wanita” sebagaimana yang dijelaskan dalam QS An Nuur (24) ayat 31 dan “tiga aurat bagi kamu” = ثَلَاثُ عَوْرَاتٍ dalam QS QS An Nuur (24) ayat 58.


وَقُل لِّلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاء بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاء بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُوْلِي الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَى عَوْرَاتِ النِّسَاء وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِن زِينَتِهِنَّ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Waqul lilmuminati yaghdudna min absarihinna wayahfathna furoojahunna wala yubdeena zeenatahunna illa ma thahara minha walyadribna bikhumurihinna AAala juyoobihinna wala yubdeena zeenatahunna illa libuAAoolatihinna aw abaihinna aw abai buAAoolatihinna aw abnaihinna aw abnai buAAoolatihinna aw ikhwanihinna aw banee ikhwanihinna aw banee akhawatihinna aw nisaihinna aw ma malakat aymanuhunna awi alttabiAAeena ghayri olee alirbati mina alrrijali awi alttifli allatheena lam yathharoo AAala AAawrati alnnisai wala yadribna biarjulihinna liyuAAlama ma yukhfeena min zeenatihinna watooboo ila Allahi jameeAAan ayyuha almuminoona laAAallakum tuflihoona.

“Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.”[QS An Nuur (24) ayat 31]


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِيَسْتَأْذِنكُمُ الَّذِينَ مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ وَالَّذِينَ لَمْ يَبْلُغُوا الْحُلُمَ مِنكُمْ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ مِن قَبْلِ صَلَاةِ الْفَجْرِ وَحِينَ تَضَعُونَ ثِيَابَكُم مِّنَ الظَّهِيرَةِ وَمِن بَعْدِ صَلَاةِ الْعِشَاء ثَلَاثُ عَوْرَاتٍ لَّكُمْ لَيْسَ عَلَيْكُمْ وَلَا عَلَيْهِمْ جُنَاحٌ بَعْدَهُنَّ طَوَّافُونَ عَلَيْكُم بَعْضُكُمْ عَلَى بَعْضٍ كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمُ الْآيَاتِ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ 

Ya ayyuha allatheena amanoo liyastathinkumu allatheena malakat aymanukum waallatheena lam yablughoo alhuluma minkum thalatha marratin min qabli salati alfajri waheena tadaAAoona thiyabakum mina alththaheerati wamin baAAdi salati alAAishai thalathu AAawratin lakum laysa AAalaykum wala AAalayhim junahun baAAdahunna tawwafoona AAalaykum baAAdukum AAala baAAdin kathalika yubayyinu Allahu lakumu alayati waAllahu AAaleemun hakeemun.

“Hai orang-orang yang beriman, hendaklah budak-budak (lelaki dan wanita) yang kamu miliki, dan orang-orang yang belum balig di antara kamu, meminta izin kepada kamu tiga kali (dalam satu hari) yaitu: sebelum sembahyang subuh, ketika kamu menanggalkan pakaian (luar)mu di tengah hari dan sesudah sembahyang Isya'. (Itulah) tiga 'aurat bagi kamu . Tidak ada dosa atasmu dan tidak (pula) atas mereka selain dari (tiga waktu) itu . Mereka melayani kamu, sebahagian kamu (ada keperluan) kepada sebahagian (yang lain). Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat bagi kamu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” [QS An Nuur (24) ayat 58]

Setelah tampak perbuatan jahat dan kejinya, menurut ayat diatas kemudian keduanya menutup dengan daun. Pengertian ditutup dengan daun ini menggambarkan bahwa perbuatan jahat yang dilakukan keduanya bukan perbuatan dirinya tetapi alam-lah yang mendorong keduanya melakukan perbuatan itu. Alam-lah yang dikambing hitamkan telah menyebabkan perbuatan tersebut. Sekali lagi arti yang paling pas adalah tampaknya atau terbukanya perbuatan keji atau perbuatan aniaya. Jadi tidak benar kalau Nabi Adam dan Hawa itu terbuka auratnya alias telanjang .Ini sesuai dengan do’a Nabi Adam setelah perbuatan keji atau aniaya tersebut terbuka, maka mohon ampun kepada Tuhan. Do’anya adalah sebagai berikut :

قَالاَ رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Qala rabbana thalamna anfusana wain lam taghfir lana watarhamna lanakoonanna mina alkhasireena.

“Keduanya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.” [QS l A’raf (7) ayat 23].

Wa llahu ‘alam bish shawab.




Usia Tua itu Takdir, Awet Muda itu Pilihan!





Apakah Anda sudah merasa tua? Pertanyaan inilah yang diajukan berdasarkan jajak pendapat di Belanda terhadap para manula yang usianya sudah diatas 60 tahun. Ternyata lebih dari 80% secara biologis mereka menilai bahwa dirinya masih tetap muda alias belum merasa tua. Mungkin hal ini pulalah yang mendorong negara-negara di Eropa untuk meningkatkan usia batas pensiun dari 65 tahun menjadi 67 tahun. Kapankan seseorang bisa dinilai sebagai manula/lansia (manusia lanjut usia)? Apakah pada saat ia mulai punya cucu, ataukah pada saat rambutnya mulai beruban?

Maka dari itulah juga sampai dengan saat ini para ahli sendiri masih memperdebatkan kapan seseorang bisa dikategorikan sebagai lansia.

Berdasarkan Wordl Health Organization (WHO) mereka mengelompokan lanjut usia sebagai berikut:
- Lansia Dini – Middle Agge (45 – 59 Tahun
- Lansia – Erderly (60 – 74 tahun)
- Lansia Tua – Old (75 – 90 tahun)
- Lansia Sangat Tua – Very Old (91 tahun keatas)

Di kolong langit sekarang ini sudah lebih dari 200 ribu orang yang usianya diatas 100 tahun. Yang terbanyak di Amerika Serikat – 96.000 orang, kedua di Jepang 40.390 orang. Walaupun demikian harus diingat bahwa penduduk Amerika dua kali lipat jauh lebih banyak daripada penduduk Jepang. Terbuktikan, bahwa wanita pada umumnya usianya jauh lebih panjang daripada pria. 86% pendudukan Jepang yang usianya diatas 100 tahun adalah kaum perempuan.

Tidak bisa dipungkiri bahwa menjadi tua itu sudah merupakan takdir dari sononya, tetapi menjadi tetap awet muda itu adalah pilihan yang ditentukan oleh diri kita sendiri. Otak kitalah yang menentukan apakah kita sudah tua ataukah belum? Anda sudah bisa divonis sebagai orang tua, dimana Anda sudah pikun alias tidak bisa berpikir lagi, tetapi selama Anda masih mampu berpikir dengan baik selama itu pula Anda masih bisa dinilai muda. Berdasarkan statistik lebih dari 70% penghuni rumah jompo di Eropa mengidap penyakit pikun

Hanya sayangnya banyak sekali orang yang mau divonis dan ditentukan oleh orang lain, bahwa dirinya itu sudah tua. Misalnya karena rasa kasih yang berlebihan, sehingga orang-orang disekitarnya menganjurkan, bahkan melarang agar mereka tidak melakukan ini dan itu; maupun pergi sendirian. Hal inilah yang sebenarnya menjerumuskan mereka ke dalam jurang kejompoan.

Banyak orang yang memiliki hobby setiap hari membaca iklan kematian untuk mengetahui dalam usia berapa tahun mereka mati. Bahkan pada saat salah satu sahabat atau rekannya meninggal dunia langsung bertanya terhadap diri sendiri, kapankah giliran saya? Sangat disayangkan masa hidup yang sedemikian pendeknya hanya digunakan untuk memikirkan masalah kematian.

Daripada memikirkan tentang kematian lebih baik memikirkan bagaimana bisa membuat hidup ini menjadi lebih hidup. Usia bukanlah batasan bagi seseorang untuk melakukan apapun juga. Terlebih lagi jangan sampai kita mau dibelenggu oleh pikiran sendiri dengan alasan sudah tua, karena Age is Just Only a Number.

Banyak orang baru menemukan bakatnya pada saat mereka sudah tua, entah itu bakat melukis ataupun menulis. Mang Ucup sendiri baru sadar, bahwa saya senang menulis setelah saya berumur diatas 55 tahun. Harry Bernstein mempublikasikan buku pertamanya yang berjudul The Invisible Wall dalam usia 96 tahun.

Ann Nixon Cooper dalam usia 106 tahun masih aktiv dalam politik. Ia adalah salah satu supporter dari Barrack Obama.

Olive Riley adalah blogger tertua ia membuat Blog pertamanya dalam usia 107 tahun.

Arthur Wilson baru mulai menikmati masa pensiun sebagai karyawan dari Los Angelos Metro dalam usia 100 tahun. Bahkan Buster Martin dari England sampai saat ini masih tetap aktiv bekerja, walaupun usianya sudah mencapai 103 tahun.

Penyanyi dan pemain film gaek yang masih tetap aktiv adalah Johannes Heester dari Belanda. Usia dia sekarang telah mencapai 106 tahun. Konsert terakhir ia lakukan dalam usia 105 tahun.

Agama bukan lah sebuah mitos untuk di dongengkan

Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada? Apakah kejahatan itu ada? Apakah Tuhan menciptakan kejahatan? Seorang Profesor dari sebuah universitas terkenal menantang mahasiswa-mahasiswa nya dengan pertanyaan ini.

"Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?".

Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, "Betul, Dia yang menciptakan semuanya".

"Tuhan menciptakan semuanya?" Tanya professor sekali lagi.

"Ya, Pak, semuanya" kata mahasiswa tersebut.

Profesor itu menjawab,
"Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan Kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan."

Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis professor tersebut.

Profesor itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa sekali lagi dia telah membuktikan kalau agama itu adalah sebuah mitos.

Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata, "Profesor, boleh saya bertanya sesuatu?"

"Tentu saja," jawab si Profesor

Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, "Profesor, apakah dingin itu ada?"

"Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada. Apakah kamu tidak pernah sakit flu?" Tanya si professor diiringi tawa mahasiswa lainnya.

Mahasiswa itu menjawab,
"Kenyataannya, Pak, dingin itu tidak ada. Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas. Suhu -460F adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel menjadi diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas."


Mahasiswa itu melanjutkan, "Profesor, apakah gelap itu ada?"

Profesor itu menjawab, "Tentu saja gelap itu ada."

Mahasiswa itu menjawab,
"Sekali lagi anda salah, Pak.Gelap itu juga tidak ada. Gelap adalah keadaan dimana tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari, gelap tidak."

"Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk memecahkan cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang gelombang setiap warna."

"Tapi Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di ruangan tersebut. Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya."

Akhirnya mahasiswa itu bertanya, "Profesor, apakah kejahatan itu ada?"

Dengan bimbang professor itu menjawab,
"Tentu saja, seperti yang telah kukatakan sebelumnya. Kita melihat setiap hari di Koran dan TV. Banyak perkara kriminal dan kekerasan di antara manusia. Perkara-perkara tersebut adalah manifestasi dari kejahatan."

Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu menjawab,

"Sekali lagi Anda salah, Pak. Kejahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan. Seperti dingin atau gelap, kajahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan."

"Tuhan tidak menciptakan kejahatan. Kejahatan adalah hasil dari tidak hadirnya Tuhan di hati manusia. Seperti dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari ketiadaan cahaya."

Profesor itu terdiam.

Dan mahasiswa itu adalah,A..............

Agama Baru Yang Menyembah Alam Jagat Raya

Jauh sebelum kekristenan berkembang di Eropa, rakyat Inggris sudah mengenal “agama” Druidry. Kini kepercayaan lawas itu diakui sebagai salah satu agama resmi yang berkembang di negara pimpinan Ratu Elizabeth II tersebut.

Sebenarnya tak ada terjemahan yang pas untuk kata Druidry. Akar kata dari Druidry adalah druit. Sejumlah literatur menerjemahkan kata itu sebagai dukun, karena itu Druidry bisa berarti perdukunana.

Contoh terjemahan itu muncul misalnya dalam serial komik Asterix dan Obelix karya Uderzo dan Goscinny. Tokoh Panoramix dalam serial tersebut adalah seorang druid. Dia dukun sakti yang mampu mengolah ramuan ajaib sehingga Asterix dan Obelix punya kekuatan super.

Tapi, Druidry yang satu ini rasanya tidak pas bila diartikan sebagai perdukunana. Druidry bukan menyembuhkan orang sakit, meramal nasib orang, apalagi memijat. Druidry adalah kepercayaan yang memuja berbagai roh di dalam tubuh alam semesta. Roh itu ada di dalam matahari, bulan, bintang, hingga rerumputan.

Druit bertindak sebagai pemimpin ritual, penyambung lidah umat dengan kekuatan alam semesta, dan orang yang bisa memberikan solusi problem kehidupan lewat kepintarannya membaca tanda-tanda alam semesta ini. Saat kekristenan datang, kepercayaan kaum pagan itu pun terkikis. Mereka dianggap tidak ber-tuhan. Namun, karena kepercayaan itu punya akar tradisi yang kuat, pengikutnya tidak benar-benar hilang.

Kini Druidry modern pun tetap memegang kepercayaan bahwa sebagai manusia mereka harus terus berhubungan dengan alam semesta melalui berbagai ritual, tarian, dan lagu-lagu diberbagai lokasi “suci” di seluruh penjuru negeri.

Adrian Rooke, seorang druid yang bekerja sebagai konselor mengatakan bahwa Druidry memberikan ruang bagi orang-orang yang tak lagi percaya agama monoteis, tapi masih ingin menumbuhkan aspek-aspek spiritual pada hidup mereka. “Dunia ini sudah kekurangan sumber daya alam. Dalam konteks itu, penting bagi orang untuk membangun hubungan baru dengan alam,” ulasnya.

Selama lima tahun umat Druidry berjuang menjadikan kepercayaan mereka itu menjadi agama yang resmi dan diakui. Penantian itu menjadi kenyataan pada hari Sabtu kemarin (2/10). Komisi Sosial Inggris menyetujui penyebutan Druidry sebagai agama. Dengan demikian, mereka dianggap sebagai organisasi sosial yang selevel dengan agama-agama lain, misalnya dengan gereja-gereja di Inggris.

Dalam pernyataan resmi, Komisi Sosial menyebut Druidry sebagai agama purba kaum pagan dengan hak penuh melakukan ritual pemujaan alam, terutama kepada matahari dan bumi. Status agama itu membawa sejumlah keuntungan. Misalnya saja pembebasan sejumlah pajak.

Sebelum resmi menjadi agama, praktik ritual Druidry selalu dilabeli festival budaya. Misalnya Festival Matahari di Stonehege, situs megalitikum di Inggris. Selain itu, beberapa tahun terakhir pengakuan demi pengakuan kepada Druidry sudah muncul. Institusi penanggung jawab penjara di Inggris sudah memperbolehkan para narapidana mempraktikkan Druidry. Bahkan, secara rutin, “pendeta” Druidry pun dihadirkan untuk memberikan pelayanan disana.Druidry cepat meraih popularitas karena cara pandang panteistis warga Inggris. Itu adalah kepercayaan bahwa sejatinya alam raya dan Tuhan adalah satu. Pengikutnya juga kepincut agama itu lantaran kampanye kepekaan terhadap ekologi yang gencar. Karena itu, sekarang di Inggris terdapat sekitar 10 ribu orang yang menjadi umat Druidry.

Phil Ryder, ketua Jaringan Druidry, mengatakan bahwa pengakuan dari pemerintah memberikan validitas baru kepada kepercayaan yang dianutnya. “Tapi, jalan untuk membuat Druidry menjadi lebih diterima masih begitu panjang,” ungkap Ryder yang memimpin jaringan beranggota 350 organisasi tersebut.

Selasa, 14 Februari 2012

Koleksi Puisi sang sufi "Jalaluddin Rumi "






Jalaluddin Rumi selain sebagai seorang ulama besar pada masanya (mullah) beliau juga dikenal sebagai penyair besar sepanjang massa, karyanya hadir dalam bentuk puisi kecintaan kepada Ilahi yang mengajak umat untuk berpikir kembali tentang cinta yang hakiki. Nama lengkap Rumi adalah Maulana Jalaluddin Rumi Muhammad bin Hasin al Khattabi al-Bakri. Lahir pada 30 September 1207 Masehi di Balkh.

Jalaluddin Rumi dibesarkan dalam keluarga dan masyarakat yang memberikan semangat keagamaan padanya. Ayahnya, Bahauddin Walad seorang pejabat yang mendapat kedudukan tinggi di kalangan keagamaan di Khorasan.
Berikut ini beberapa Puisi Sufi Jalaludin Rumi:

PUASA MEMBAKAR HIJAB

Rasa manis yang tersembunyi,
Ditemukan di dalam perut yang kosong ini!
Ketika perut kecapi telah terisi,
ia tidak dapat berdendang,
Baik dengan nada rendah ataupun tinggi.
Jika otak dan perutmu terbakar karena puasa,
Api mereka akan terus mengeluarkan ratapan dari dalam dadamu.
Melalui api itu, setiap waktu kau akan membakar seratus hijab.
Dan kau akan mendaki seribu derajat di atas jalan serta dalam hasratmu.



DIA TIDAK DI TEMPAT LAIN
Salib dan ummat Kristen, ujung ke ujung, sudah kuuji.
Dia tidak di Salib.
Aku pergi ke kuil Hindu, ke pagoda kuno.
Tidak ada tanda apa pun di dalamnya.
Menuju ke pegunungan Herat aku melangkah,
dan ke Kandahar Aku memandang.
Dia tidak di dataran tinggi
maupun dataran rendah. Dengan tegas,
aku pergi ke puncak gunung Kaf (yang menakjubkan).
Di sana cuma ada tempat tinggal
(legenda) burung Anqa.
Aku pergi ke Ka’bah di Mekkah.
Dia tidak ada di sana.
Aku menanyakannya kepada Avicenna (lbnu Sina) sang filosuf
Dia ada di luar jangkauan Avicenna …
Aku melihat ke dalam hatiku sendiri.
Di situlah, tempatnya, aku melihat dirinya.
Dia tidak di tempat lain.



DISEBABKAN RIDHO-NYA

Jika saja bukan karena keridhaan-Mu,
Apa yang dapat dilakukan oleh manusia yang seperti debu ini
dengan Cinta-Mu?

KARENA CINTA

Kerana cinta duri menjadi mawar
kerana cinta cuka menjelma anggur segar
Kerana cinta keuntungan menjadi mahkota penawar
Kerana cinta kemalangan menjelma keberuntungan
Kerana cinta rumah penjara tampak bagaikan kedai mawar
Kerana cinta tompokan debu kelihatan seperti taman
Kerana cinta api yang berkobar-kobar
jadi cahaya yang menyenangkan
Kerana cinta syaitan berubah menjadi bidadari
Kerana cinta batu yang keras
menjadi lembut bagaikan mentega
Kerana cinta duka menjadi riang gembira
Kerana cinta hantu berubah menjadi malaikat
Kerana cinta singa tak menakutkan seperti tikus
Kerana cinta sakit jadi sihat
Kerana cinta amarah berubah
menjadi keramah-ramahan




LETAK KEBENARAN

Kebenaran sepenuhnya bersemayam di dalam hakekat,
Tapi orang dungu mencarinya di dalam kenampakan.



KAU DAN AKU

Nikmati waktu selagi kita duduk di punjung,
Kau dan Aku;
Dalam dua bentuk dan dua wajah — dengan satu jiwa,
Kau dan Aku.
Warna-warni taman dan nyanyian burung memberi obat keabadian
Seketika kita menuju ke kebun buah-buahan, Kau dan Aku.
Bintang-bintang Surga keluar memandang kita –
Kita akan menunjukkan Bulan pada mereka, Kau dan Aku.
Kau dan Aku, dengan tiada ‘Kau’ atau ‘Aku’,
akan menjadi satu melalui rasa kita;
Bahagia, aman dari omong-kosong, Kau dan Aku.
Burung nuri yang ceria dari surga akan iri pada kita –
Ketika kita akan tertawa sedemikian rupa; Kau dan Aku.
Ini aneh, bahwa Kau dan Aku, di sudut sini …
Keduanya dalam satu nafas di Iraq, dan di Khurasan –
Kau dan Aku.



RAHASIA YANG TAK TERUNGKAP

Apapun yang kau dengar dan katakan (tentang Cinta),
Itu semua hanyalah kulit.
Sebab, inti dari Cinta adalah sebuah
rahasia yang tak terungkapkan.

PERNYATAAN CINTA

Bila tak kunyatakan keindahan-Mu dalam kata,
Kusimpan kasih-Mu dalam dada.
Bila kucium harum mawar tanpa cinta-Mu,
Segera saja bagai duri bakarlah aku.
Meskipun aku diam tenang bagai ikan,
Tapi aku gelisah pula bagai ombak dalam lautan
Kau yang telah menutup rapat bibirku,
Tariklah misaiku ke dekat-Mu.
Apakah maksud-Mu?
Mana kutahu?
Aku hanya tahu bahwa aku siap dalam iringan ini selalu.
Kukunyah lagi mamahan kepedihan mengenangmu,
Bagai unta memahah biak makanannya,
Dan bagai unta yang geram mulutku berbusa.
Meskipun aku tinggal tersembunyi dan tidak bicara,
Di hadirat Kasih aku jelas dan nyata.
Aku bagai benih di bawah tanah,
Aku menanti tanda musim semi.
Hingga tanpa nafasku sendiri aku dapat bernafas wangi,
Dan tanpa kepalaku sendiri aku dapat membelai kepala lagi.

HATI BERSIH MELIHAT TUHAN

Setiap orang melihat Yang Tak Terlihat
dalam persemayaman hatinya.
Dan penglihatan itu bergantung pada seberapakah
ia menggosok hati tersebut.
Bagi siapa yang menggosoknya hingga kilap,
maka bentuk-bentuk Yang Tak Terlihat
semakin nyata baginya.



KEMBALI PADA TUHAN

Jika engkau belum mempunyai ilmu, hanyalah prasangka,
maka milikilah prasangka yang baik tentang Tuhan.Begitulah caranya!
Jika engkau hanya mampu merangkak,
maka merangkaklah kepadaNya!Jika engkau belum mampu berdoa dengan khusyuk,
maka tetaplah persembahkan doamu
yang kering, munafik dan tanpa keyakinan;
kerana Tuhan, dengan rahmatNya
akan tetap menerima mata wang palsumu!Jika engkau masih mempunyai
seratus keraguan mengenai Tuhan,
maka kurangilah menjadi sembilan puluh sembilan saja.Begitulah caranya!Wahai pejalan!
Biarpun telah seratus kali engkau ingkar janji,
ayuhlah datang, dan datanglah lagi!Kerana Tuhan telah berfirman:
“Ketika engkau melambung ke angkasa
ataupun terpuruk ke dalam jurang,
ingatlah kepadaKu, kerana Akulah jalan itu.”



KESUCIAN HATI

Di manapun, jalan untuk mencapai kesucian hati
ialah melalui kerendahan hati.
Maka dia akan sampai pada jawaban “Ya” dalam pertanyaan
Bukankah Aku Tuhanmu?



MENYATU DALAM CINTA

Berpisah dari Layla, Majnun jatuh sakit. Badan semakin lemah, sementara suhu badan semakin tinggi.Para tabib menyarankan bedah, “Sebagian darah dia harus dikeluarkan, sehinggu suhu badan menurun.”Majnun menolak, “Jangan, jangan melakukan bedah terhadap saya.”Para tabib pun bingung, “Kamu takut? padahal selama ini kamu masuk-keluar hutan seorang diri. Tidak takut menjadi mangsa macan, tuyul atau binatang buas lainnya. Lalu kenapa takut sama pisau bedah?”“Tidak, bukan pisau bedah itu yang kutakuti,” jawab Majnun.“Lalu, apa yang kau takuti?”“Jangan-jangan pisau bedah itu menyakiti Layla.”“Menyakiti Layla? Mana bisa? Yangn dibedah badanmu.”“Justru itu. Layla berada di dalam setiap bagian tubuhku. Mereka yang berjiwa cerah tak akan melihat perbedaan antara aku dan Layla.”

MEMAHAMI MAKNA

Seperti bentuk dalam sebuah cermin, kuikuti Wajah itu.
Tuhan menampakkan dan menyembunyikan sifat-sifat-Nya.
Tatkala Tuhan tertawa, maka akupun tertawa.
Dan manakala Tuhan gelisah, maka gelisahlah aku.
Maka katakana tentang Diri-Mu, ya Tuhan.
Agar segala makna terpahami, sebab mutiara-mutiara
makna yang telah aku rentangkan di atas kalung pembicaraan
berasal dari Lautan-Mu.



TUHAN HADIR DALAM TIAP GERAK

Tuhan berada dimana-mana.
Ia juga hadir dalam tiap gerak.
Namun Tuhan tidak bisa ditunjuk dengan ini dan itu.
Sebab wajah-Nya terpantul dalam keseluruhan ruang.
Walaupun sebenarnya Tuhan itu mengatasi ruang.



AKU ADALAH KEHIDUPAN KEKASIHKU

Apa yang dapat aku lakukan, wahai umat Muslim?
Aku tidak mengetahui diriku sendiri.
Aku bukan Kristen, bukan Yahudi,
bukan Majusi, bukan Islam.
Bukan dari Timur, maupun Barat.
Bukan dari darat, maupun laut.
Bukan dari Sumber Alam,
Bukan dari surga yang berputar,
Bukan dari bumi, air, udara, maupun api;
Bukan dari singgasana, penjara, eksistensi, maupun makhluk;
Bukan dari India, Cina, Bulgaria, Saqseen;
Bukan dari kerajaan Iraq, maupun Khurasan;
Bukan dari dunia kini atau akan datang:
surga atau neraka;
Bukan dari Adam, Hawa,
taman Surgawi atau Firdaus;
Tempatku tidak bertempat,
jejakku tidak berjejak.
Baik raga maupun jiwaku: semuanya
adalah kehidupan Kekasihku …



LIHATLAH YANG TERDALAM

Jangan kau seperti iblis,
Hanya melihat air dan lumpur ketika memandang Adam.
Lihatlah di balik lumpur,
Beratus-ratus ribu taman yang indah!


KETERASINGAN DI DUNIA

Mengapa hati begitu terasing dalam dua dunia?
Itu disebabkan Tuhan Yang Tanpa Ruang,
Kita lemparkan menjadi terbatasi ruang.
Dikutip dari banyak sumber