MUHASABAH DI TAHUN BARU
Oleh M Bakhyul Khayi M.Pd.I
Dengan sisa umur yang masih tinggal ini, marilah kita tingkatkan Iman & Taqwa kita kepada Allah SWT, marilah kita bersegera mengisinya dengan berbagai amal sholeh dengan menebar kebajikan kepada sesama makhluq Allah swt. Sehingga mudah-mudahan kita termasuk orang-orang yang dapat memanfaatkan kesempatan yang berharga pada kehidupan yang tiada lama lagi akan kita tinggalkan.
Jika kita selami sedalam-dalamnya ternyata hakikat dan kenyataan hidup tak ubahnya bagaikan ” PERMAINAN ANAK WAYANG DI ATAS PANGGUNG ” Begitu hebat tingkah manusia dengan hidup yang telah dikaruniakan Allah SWT kepadanya.
Namun jika daya hidup itu telah hilang, telah putus maka manusia akan berubah seketika bagaikan “sesosok batang pisang “ yang tergeletak dingin tak ada harganya. Karenanya satu-satunya jalan selamat adalah bila manusia tidak melupakan sumber kehidupan, asal dari segala asal yaitu ” ALLAH SWT ”
Firman Allah di dalam Surat Al Munafiquun ayat 9 mengatakan :
Marilah kita camkan peringatan Allah SWT ini, sebab ” HARTA ” pada akhirnya akan habis bahkan tidak ada artinya sama sekali ketika kita dicoba oleh Allah SWT dalam keadaan tidak sehat. ” ANAK CUCU ” pun seorang demi seorang akan pergi dengan urusannya sendiri-sendiri. Tinggallah kita yang menjadi orang tua tinggal menunggu jemputan sang ajal tiba.
Siapa yang akan membantu kita pada saat itu ?
Siapa yang akan menolong kita pada hari pembalasan ?
Apakah Harta Kita ?, ataukah Pangkat Kita ? atau anak-anak kita ?
Jawabanya semua adalah bukan....
” Iman & Amal ”sajalah yang akan menentukan kedudukan kita kelak di hari pembalasan itu. Karena Bahagia atau Celaka hanyalah semata-mata akibat dari perbuatan manusia sendiri. Nilai-nilai itu pulalah yang kelak akan mengantarkan kita apakah ke Surga atau Neraka. Karena memang di sana kelak hanya ada dua pilihan فريق فى الجنـّة وفريق فى السـّعير segolongan akan masuk ke dalam Surga dan segolongan lagi akan masuk ke dalam Neraka.
Dalam hubungan ini Allah SWT telah mengingatkan lewat Firman-Nya di dalam Surat An Nahl ayat 97 :
Celakanya... Banyak di antara kita yang di NINABOBOKKAN oleh kehidupan MAYA yang sementara ini. Seolah-olah semua yang kita kumpulkan bakal kekal selama-lamanya, bakal menjadi milik kita secara mutlak yang tidak dapat diganggu gugat. Padahal Allah SWT telah berfirman di dalam Surat Al Kahfi ayat 46 :
Berapa lamakah akan bertahan Linangan Air Mata Kesedihan ?
Berapa lamakah keharuman Bunga-Bunga yang ditaburkan orang di atas Pemakaman ?
Sekejap saja, semua itu akan layu musnah dilalap masa, bagaikan runtuhnya daun-daun serta dahan-dahan yang sudah kering.
Demikian pula halnya dengan kita sebagai manusia, bermula segar ketika kita masih muda, kemudian layu menguning ketika kita sudah tua dan akhirnya jatuhlah kita satu persatu di antarkan orang ke Pusara kita masing-masing.
Bayangkanlah... Betapa sakitnya detik-detik menjelang Sakaratul Maut manakala Izra’il Sang Pencabut Nyawa tengah membuntut Ruh kita. Sejengkal demi sejengkal, dengan nafas tersengal-sengal kita menjerit serak dengan mengucapkan kalimat الله الله الله
Ujung kaki sampai ke ubun-ubun menggelepar-gelepar, pandangan makin lama makin kabur, kemudian pada sentakan yang terakhir sakit itu tak tertanggungkan lagi.
Lantas tubuh yang tadinya penuh dengan gairah hidup berubah dengan seketika menjadi dingin, darah menjadi beku, kaki & tanganpun menjadi kaku.
Datanglah saat kita dimandikan,
Dibungkuslah kita dengan kain kafan,
Kapas Putih disumpalkan ke muka kita
Serbuk Cendanapun disiramkan
Lalu Sholat Jenazahpun dilangsungkan
Setelah itu....
Keranda tempat kita dibaringkan, digotong beramai-ramai ke tanah pemakaman
Tiba di tanah pemakaman, telah tersedia sebuah lobang yang panjangnya kira-kira 2 Meter, lebarnya ½ Meter dan dalamnya 1 ½ Meter
Jasad kita pelan-pelan diturunkan bersamaan itu pula Adzanpun dikumandangkan
Kemudian... Bongkahan-bongkahan tanah digugurkan ke dalam lahat
Kiyan lama kiyan padat.
Nisan lantas dipancangkan di arah Kepala dan Kaki kita
Racikan kembang disebarkan di atasa Pusara
Terngiang-ngiang Suara Pak Modin menggumamkan petikan ayat dari surat Thoha ayat 55 :
Seperti zaman dan kurun telah berlalu meninggalkan kita, 2011 Masehi telah berlalu dengan meninggalkan berbagai kenangan. Demikian pula perjalanan Manusia di Muka bumi ini, Hari demi hari berlewatan tanpa menyisakan apa-apa lagi yang tinggal hanyalah sisa-sisa usia semakin lama semakin tua dan semakin rapuh.
Perjalanan ini bukan tidak ada akhirnya, satu saat nanti kitapun akan sampai ke Ujung kembali Kehadirat Yang menciptakan asal segalanya yaitu Sang Pencipta Alam Raya ini Allah SWT .
Surat Ar Rahman 26-27 :
Ada saat datang... ada pula saat pergi...
Yang Tua akan runtuh...
Tunas baru akan lahir...menjadi remaja, dewasa dan akhirnya Tua yang kemudian akan pergi juga. Semua itu telah di atur oleh Allah SWT agar manusia sadar akan kesementaraan dirinya di muka bumi ini.
Wassalam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar