Merupakan materi keempat yang diampu
oleh beliau Ibu Dr. Elly Susanti, M.Sc
Berikut sekilas catatan saya terkait
dengan materi ini.
Materi evaluasi pembelajaran adalah
materi yang sangat penting untuk kita kuasai.
Dalam materi ini terdapat beberapa hal
yang dibahas yakni antara lain:
1.
konsep dan penerapan pengukuran, penilaian, tes dan
evaluasi pembelajaran,
2.
Penerapan penilaian authentik,
3.
pengembangan dan pengolahan tes hasil belajar, dan
4.
pelaksanaan program tindak lanjut.
Sangat penting bagi saya dalam
mempelajari materi ini karena mengingat saya sebagai pendidik atau guru di
dalam pembelajaran harus melakukan evaluasi pembelajaran, antara lain untuk
mengetahui kemajuan perkembangan siswa
dalam belajarnya dan menunjang penyusunan rencana pembelajaran berikutnya serta
memperbaiki pembelajaran yang ada, selain itu dalam rangka mengetahui dan
memenuhi kebutuhan psikologis, didaktik dan administratif.
Selengkapnya, dalam mempelajari evaluasi
pembelajaran ini diharapkan saya akan mamiliki kemampuan untuk menguasai
materi evaluasi pembelajaran sebagaimana
dalam Capaian Pembelajaran dan Sub
Capaian Pembelajaran.
Dalam kegiatan pembelajaran yang
pertama, saya mengambil sebuah kesimpulan bahwa dalam evaluasi pembelajaran
terdapat tiga hal penting yang tidak bisa dipisahkan. tiga hal tersebut yaitu
Tes, pengukuran, dan Penilaian.
Tes bisa dengan wawancara, Pilihan Ganda
ataupun Uraian atau dengan beberapa model lainnya, kemudiaan diberikan
pengukuran terhadap hasil dari tes tersebut (hasil tersebut masih hasil mentah
atau kuantitatif) dilakukan pengelolaan skor supaya menjadi nilai yang
berkualitas.
Kemudian jika hasil dari penilaian
tersebut sudah bagus, maka tindak lanjutnya adalah ditingkatkan ke level yang
lebih tinggi lagi,
Namun jika hasilnya masih kurang ataupun
jauh dari yang diharapkan, maka perlu adanya solusi supaya siswa dapat mencapai
target yang diharapkan. Dan kita sebagai guru harus seobjektif mungkin dalam
memberikan penilaian tersebut.
Selanjutnya terdapat sebuah opini dalam
video bahwa penilaian yang dilakukan pada zaman dahulu yang dilaksanakan secara
mereka-reka,.
Bahkan penilaian ini mungkin yang dulu
diberikan oleh beliau-beliau guru kita ketika menilai diri kita ketika kita
sekolah dulu. Dan itu real, bahkan ada dari beberapa subjek beliau guru yang
memberikan nilai bukan hanya mereka-reka biasa saja, tapi banyak diantara
beliau-beliau itu yang menilai berdasarkan kecenderungan subjektifitas, banyak
faktornya, mungkin karena takut sama orang tuanya, mungkin karena masih
saudaranya, dan lain sebagainya.
Nah ini sangat menjadi masalah karena
ternyata tidak bisa objektif, penilaian sekehendak guru saja.
Hal ini cenderung berbalik dengan teori
yang sekarang ada dalam penilaian, yakni penilaian autentik , yang mana disitu
ada fakta-fakta proses penilaian dalam pembelajaran.
Namun saya pun juga ragu, apakah
penilaian ini juga dapat 100 % objektif dalam pelaksanaannya?
Kemudian, saya mencoba melihat kedunia
nyata, tapi semoga tidak keluar dari materi yang kita bahas.
Dalam suasana pandemi seperti yang kita
alami saat ini, pembelajaran kita lakukan secara daring.
Ada sebuah polemik yang terjadi
dilapangan, yakni dulu ketika kita belum melakukan pembelajaran dan penilaian
secara daring, masih pembelajaran tatap muka ada anak yang kemampuannya
biasa-biasa saja (dan ini bisa kita buktikan secara langsung), bahkan ketika
penilaian nilainya selalu dibawah KKM dan harus selalu diberikan remidi dalam
setiap KD yang dipelajari.
Namun ketika dilakukan pembelajaran
secara daring anak tersebut dilihat dari hasil nilainya berbalik seratus
delapan puluh derajad.
Dia selalu melawati batas minimum,
bahkan dapat dikategorikan dalam skala A.
Bagaimanakah sikap bijak seorang guru
dalam menghadapi perihal semacam ini ?
Hal yang tidak menyalahi prosedur dan
tetap bisa objektif?
Nah, hal tersebut diatas adalah beberapa
hal yang harus dicarikan solusinya secara objektif.
Sebagai catatan akhir, Bu Dr Elly ini
sangat luar biasa dalam penyampaian materi, detil sekali dari ujung kuku sampai
ujung rambut.
Dan Alhamdulillah untuk masalah nilai
(walaupun bukan prioritas utama bagi saya) nilai saya untuk mata kuliah beliau
selalu maksimal.
Terimakasih ibu…
M. Bakhyul Khayi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar